Ade Sari Dewi

Guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Kedungjati Jawa Tengah.Baru 2 tahun di sekolah ini. ...

Selengkapnya

"Legesse", Panganan Tradisional Bugis Yang Tetap Eksis

Adakah yang sudah pernah membuat dan memakan makanan tradisional ini? Kalau sudah alhamdulillah. Gimana ya rasanya? Tentunya ada yang masih bertanya-tanya.

Baiklah, Legesse' ini adalah makanan tradisional suku Bugis. Makanan ini biasa dibuat menjelang lebaran. Rasanya yang gurih dapat disantap bersamaan dengan kari ayam, rendang sapi, serundeng, atau pun makanan bersantan lainnya. Untuk cara membuatnya pun harus memiliki satu ketrampilan khusus agar bisa terbentuk dengan baik.

Untuk membuat makanan ini kita harus mengukus ketan sampai agak setengah matang. Kemudian disirami dengan santan kanil yang panas yang sudah diberi garam. diaduk-aduk di nampan terpisah. Setelah itu dimasukkan dalam cetakan silinder kecil. Berikutnya adalah tahapan membungkus cetakan ketan ke dalam daun pisang. Usahakan tidak genap tetapi ganjil. entahlah kenapa harus ganjil karena itu yang diajarkan bapakku yang asli Bugis itu. Setelah disusun dalam daun pisang kemudian sirami santan kanil lagi sedikit. Langkah terakhir diikat. Cara mengikatnya pun ada teknik tersendiri karena untuk menghindari daunnya bocor. Tahap paling terakhir adalah perebusan. Ditahap ini Legesse' direbus selama enam jam untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan tidak cepat basi. Angkatlah dari panci rebusan kemudian ditiriskan. Legesse siap dihidangkan dalam keadaan hangat ataupun dingin bersama sajian makanan pendamping lainnya. Selamat mencoba.

#Edisi Mengingat resep Leluhur# 31 Oktober 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wah aku jadi penasaran rasanya, pasti enak yah bu? Semoga ibu sehat dan sukses selalu dalam segala Aktivitasnya. Barakallah.

31 Oct
Balas

iya Pak, makanan ini biasa kami buat menjelang lebaran bersama ayahanda. Waktu memposting ini aku jadi teringat ayahanda di kampung halaman. Amin Pak semoga sehat selalu juga Pak Mulya.

31 Oct

Pengeeeeennnnn. Aduuuuh, bunda bikin penasaran saja. Saya ini "PENIKMAT" kuliner tradisioanl lho bun. Hmmm...lihat bungkusannya udah maknyus rasanya. Semoga ada suatu saat bisa meraskannya ya bun. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

31 Oct
Balas

subhanallah...Insya Allah Bun, nanti kalau sempat saya bertandang ke Medan, saya bawakan kuliner ini ya Bunda Rai...he..he Barakallah.

31 Oct

Aamiin ya robbal alaamiin.

31 Oct

Ah kak Rai segala makanan pingiiin. Enak tuh bunda, jadi pengen ke bugis nih. Sukses selalu dan barakallah

31 Oct
Balas

ha..ha.. kepingin boleh aja kan Bunda Siti. Insya Allah kalau bisa ketemu pasti saya buatkan. Barakallah

31 Oct

Hihihi....

31 Oct

Oh..bu Ade ada darah bugis ya...makanya cuantiiik...hi..hi.. .

31 Oct
Balas

Iya Bu Rini, Bapak saya asli Bugis kalo ibu saya asli Banda Neira.

31 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali